Kamis, 24 Mei 2012

ALUR PENYUSUNAN KERANGKA TEORI SAMPAI PADA PENGUKURAN


Topik yang diangkatkan:      
”Pengaruh Tingkat Pengalaman Beragama terhadap Perilaku Keagamaan” (Studi Kasus Pada Orang Tua Usia Lanjut di Dusun Sampan Punggung Lading). 
Yang mana masalah yang diangkatkan disini seberapa besar pengaruh pengalaman beragama berdampak terhadap perilaku keagamaan orang yang sudah berusia lanjut.
            Dengan dua variabel yakninya Pengalaman Beragama sebagai variabel Independent dengan Perilaku Keagamaan Orang yang Usia Lanjut sebagai variabel Dependent.

A. Tinjauan Kepustakaan:
            Sesuai dengan masalah yang saya angkatkan yaitu melihat pengaruh pengalaman beragama terhadap perilaku keagamaan, yang mana dalam kajian psikologi agama dapat kita amati bahwa Zakiah Daradjat menjelaskan pengalaman beragama adalah unsur perasaan dalam kesadaran beragama yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan oleh tindakan (amaliyah).
            Maka pengalaman beragama itu sangat besar dalam kehidupan beragama seseorang, unsur-unsur perasaan ini yang mendorong seseorang beragama, yaitu berupa rasa ingin dilindungi dan dimudahkan segala jalan hidupnya.
            Sedangkan perilaku keagamaan itu adalah tabiat, tindak tanduk dari individu yang dilahirkan dari gejolak mental dan diekspresikan melalui tingkah laku yang sesuai dengan aturan dan asas ajaran agama. Maka dalam konteks ini perilaku keagamaan orang yang usia lanjut.
            Seperti biasanya kita ketahui bahwa orang yang telah lanjut usia akan menunjukkan aktivitas yang positif dan tidak merasa berada dalam keterasingan dan hanya sedikit yang sudah berada dalam kondisi uzur serta mengalami gangguan kesehatan mental. Namun umumnya mereka dihadapkan pada konflik batin antara keutuhan dan keputusasaan. Karena itu mereka cendrung mengingat sukses masa lalu, sehingga umumnya mereka yang berada pada tingkat usia lanjut senang membantu remaja yang aktif.
            Dan menurut Robert H. Thouless bahwasanya pada kondisi uzur di usia tua menyebabkan manusia usia lanjut senantiasa dibayang-bayangi oleh perasaan tak berdaya dalam mengahadapi kematian dan akan bertambah seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Islam mengajarkan agar selalu ingatlah kepada kematian yang akan menjemput dan pada saat usia lanjut inilah diingatkan untuk leih mendekatkan dari pada Allah SWT.

B. Konstruksi Model Teoritis
            Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh antara variabel independent (bebas) dengan variabel dependent (terikat). Variabel terikat pada penelitian ini adalah perilaku keagamaan orang yang usia lanjut, sedangkan variabel bebasnya yaitu tingkat pengalaman beragama.
            Tingkat pengalaman beragama itu akan mempengaruhi terhadap perilaku individu tadi, semakin luas pengalaman beragama seseorang maka akan kompleks perilaku keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga tidak tertutup kemungkinan semakin tinggi pengalamn beragamaan maka semakin rendah perilaku keagamaan individu tadi.
            Hubungan dan pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat dapat dilihat dengan bagan dibawah ini:

Text Box: Perilaku Keagamaan Individu
Tingkat Pengalaman Beragama seseorang
 
     

Variabel Bebas                                                Variabel Terikat

C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang dapat peneliti tarik dari penelitian ini yaitu:
Hipotesis 1: Tingginya pengalaman beragama mempengaruhi Perilaku keagamaan
Hipotesis   2: Rendahnya pengalaman beragama mengakibatkan buruknya perilaku keagamaan
Hipotesis  3: Semakin luas pengalaman beragama, semakin kompleks perilaku keagamaan

D. Model Analisis
Model dan teknik analisis data yang peneliti pakai sesuai dengan jenis penelitian peneliti yaitu penelitian kuantitatif, sebagai berikut:
  1. Analisis Deskriptif
Analisis ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan data apa adanya yang dikumpulkan dari responden.
a.       Verifikasi data yaitu memeriksa kembali kuesioner yang telah diisi oleh responden untuk memastikan apakah semua pernyataan sudah dijawab dengan lengkap oleh responden.  
b.      Menghitung nilai jawaban
1.      menghitung frekuensi dari jawaban yang diberikan responden atas setiap item pernyataan yang diajukan
2.      menghitung rata-rata skor total item dengan menggunakan rumus yang ditentukan
2. Uji Asumsi Dasar
Sebelum data diolah menggunakan analisis regresi berganda, data harus melalui serangkaian pengujian asumsi klasik.
1.      Uji Normalitas
Tes ini akan dilakukan dengan menggunakan statistik parametik. Data dikatakan normal jika sebaran data atau titik-titik berada disekitar garis diagonal grafik P-P Plot Regression Standard (Idris, 2007:72).
2.      Uji Linearitas
Tes ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa mean, yaitu nilai tengah dari sampel berada pada area linear. Jika data tersebut linear, maka hasil equation regresi dapat diprediksi. Tes linearitas akan menggunakan metode nilai deviation from linearity dari uji F.
3.      Uji Hipotesis
a.       Koefisien Determinasi yang disesuaikan
Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.
b.      Uji F (F-test)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
c.       Uji t (t-test)
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.

E. Operasional Konsep
Operasional konsep dari variabel ini yaitu  tingkat pengalaman beragama adalah tingkat dari unsur-unsur perasaan dalam kesadaran beragama yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan oleh tindakan (amaliyah).
Sedangkan perilaku keagamaan itu adalah tabiat, tindak tanduk dari individu yang dilahirkan dari gejolak mental dan diekspresikan melalui tingkah laku yang sesuai dengan aturan dan asas ajaran agama. Maka dalam konteks ini perilaku keagamaan orang yang usia lanjut.
Maka untuk lebih menjelaskan dan mengoperasionalkan konsep variabel ini peneliti akan membuat suatu penegasan dalam bentuk indikator dari variabel tadi untuk mempermudah dalam pembuatan kuesioner.
Konsep
Variabel
Indikator
Pengalaman





Perilaku
Pengalaman Beragama







Perilaku Keagamaan
Ø  Pernah merasakan kenikmatan dalam shalat
Ø  Pernah  mendapatkan kemudahan setelah beribadah
Ø  Seberapa pahamnya mengenai rukun Islam
Ø  Frekuensi berbuat baik sesuai dengan Agama
Ø  Frekuensi pelaksanaan Shalat dalam sehari
Ø  Sejauhmana perilaku sehari-hari dalam pergaulan










DAFTAR KEPUSTAKAAN

Arikunto, Suharsimi, ”Prosedur Penelitian”, Bina Aksara, Jakarta: 1987
Jalaludin, ”Psikologi Agama”, Rajawali Pers, Jakarta: 2005
Narbuko, Cholid, ”Metodologi Penelitian”, Bumi Aksara, Jakarta: 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar