Topik yang diangkatkan:
”Pengaruh Tingkat Pengalaman Beragama
terhadap Perilaku Keagamaan” (Studi Kasus Pada Orang Tua Usia Lanjut di Dusun
Sampan Punggung Lading).
Yang mana masalah
yang diangkatkan disini seberapa besar pengaruh pengalaman beragama berdampak
terhadap perilaku keagamaan orang yang sudah berusia lanjut.
Dengan dua variabel yakninya Pengalaman Beragama
sebagai variabel Independent dengan Perilaku Keagamaan Orang yang Usia Lanjut sebagai
variabel Dependent.
A. Tinjauan Kepustakaan:
Sesuai
dengan masalah yang saya angkatkan yaitu melihat pengaruh pengalaman beragama
terhadap perilaku keagamaan, yang mana dalam kajian psikologi agama dapat kita
amati bahwa Zakiah Daradjat menjelaskan pengalaman beragama adalah unsur
perasaan dalam kesadaran beragama yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan
yang dihasilkan oleh tindakan (amaliyah).
Maka
pengalaman beragama itu sangat besar dalam kehidupan beragama seseorang, unsur-unsur
perasaan ini yang mendorong seseorang beragama, yaitu berupa rasa ingin
dilindungi dan dimudahkan segala jalan hidupnya.
Sedangkan
perilaku keagamaan itu adalah tabiat, tindak tanduk dari individu yang
dilahirkan dari gejolak mental dan diekspresikan melalui tingkah laku yang
sesuai dengan aturan dan asas ajaran agama. Maka dalam konteks ini perilaku
keagamaan orang yang usia lanjut.
Seperti
biasanya kita ketahui bahwa orang yang telah lanjut usia akan menunjukkan
aktivitas yang positif dan tidak merasa berada dalam keterasingan dan hanya
sedikit yang sudah berada dalam kondisi uzur serta mengalami gangguan kesehatan
mental. Namun umumnya mereka dihadapkan pada konflik batin antara keutuhan dan
keputusasaan. Karena itu mereka cendrung mengingat sukses masa lalu, sehingga
umumnya mereka yang berada pada tingkat usia lanjut senang membantu remaja yang
aktif.
Dan
menurut Robert H. Thouless bahwasanya pada kondisi uzur di usia tua menyebabkan
manusia usia lanjut senantiasa dibayang-bayangi oleh perasaan tak berdaya dalam
mengahadapi kematian dan akan bertambah seiring berjalannya waktu. Oleh karena
itu Islam mengajarkan agar selalu ingatlah kepada kematian yang akan menjemput
dan pada saat usia lanjut inilah diingatkan untuk leih mendekatkan dari pada
Allah SWT.
B. Konstruksi Model Teoritis
Penelitian
ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh antara variabel
independent (bebas) dengan variabel dependent (terikat). Variabel terikat pada
penelitian ini adalah perilaku keagamaan orang yang usia lanjut, sedangkan
variabel bebasnya yaitu tingkat pengalaman beragama.
Tingkat
pengalaman beragama itu akan mempengaruhi terhadap perilaku individu tadi,
semakin luas pengalaman beragama seseorang maka akan kompleks perilaku
keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga tidak tertutup kemungkinan
semakin tinggi pengalamn beragamaan maka semakin rendah perilaku keagamaan
individu tadi.
Hubungan
dan pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat dapat dilihat dengan bagan
dibawah ini:

|
Variabel Bebas Variabel
Terikat
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang
dapat peneliti tarik dari penelitian ini yaitu:
Hipotesis 1: Tingginya pengalaman beragama mempengaruhi Perilaku keagamaan
Hipotesis 2: Rendahnya pengalaman
beragama mengakibatkan buruknya perilaku keagamaan
Hipotesis 3: Semakin luas pengalaman
beragama, semakin kompleks perilaku keagamaan
D. Model Analisis
Model dan teknik
analisis data yang peneliti pakai sesuai dengan jenis penelitian peneliti yaitu
penelitian kuantitatif, sebagai berikut:
- Analisis Deskriptif
Analisis ini
bertujuan untuk menggambarkan keadaan data apa adanya yang dikumpulkan dari
responden.
a. Verifikasi data yaitu memeriksa kembali
kuesioner yang telah diisi oleh responden untuk memastikan apakah semua
pernyataan sudah dijawab dengan lengkap oleh responden.
b. Menghitung nilai jawaban
1. menghitung frekuensi dari jawaban yang
diberikan responden atas setiap item pernyataan yang diajukan
2. menghitung rata-rata skor total item
dengan menggunakan rumus yang ditentukan
2. Uji Asumsi
Dasar
Sebelum data diolah
menggunakan analisis regresi berganda, data harus melalui serangkaian pengujian
asumsi klasik.
1. Uji Normalitas
Tes ini akan
dilakukan dengan menggunakan statistik parametik. Data dikatakan normal jika
sebaran data atau titik-titik berada disekitar garis diagonal grafik P-P Plot Regression Standard (Idris,
2007:72).
2. Uji Linearitas
Tes ini
bertujuan untuk memperlihatkan bahwa mean, yaitu nilai tengah dari sampel
berada pada area linear. Jika data tersebut linear, maka hasil equation regresi
dapat diprediksi. Tes linearitas akan menggunakan metode nilai deviation from
linearity dari uji F.
3. Uji Hipotesis
a. Koefisien Determinasi yang
disesuaikan
Koefisien
determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam
menerangkan variasi variabel terikat.
b. Uji F (F-test)
Uji statistik
F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas dimasukkan dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
c. Uji t (t-test)
Uji statistik
t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas
secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.
E. Operasional Konsep
Operasional konsep
dari variabel ini yaitu tingkat pengalaman beragama adalah tingkat dari unsur-unsur perasaan dalam
kesadaran beragama yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan
oleh tindakan (amaliyah).
Sedangkan perilaku keagamaan itu adalah tabiat,
tindak tanduk dari individu yang dilahirkan dari gejolak mental dan
diekspresikan melalui tingkah laku yang sesuai dengan aturan dan asas ajaran
agama. Maka dalam konteks ini perilaku keagamaan orang yang usia lanjut.
Maka untuk lebih
menjelaskan dan mengoperasionalkan konsep variabel ini peneliti akan membuat
suatu penegasan dalam bentuk indikator dari variabel tadi untuk mempermudah
dalam pembuatan kuesioner.
|
Konsep
|
Variabel
|
Indikator
|
|
Pengalaman
Perilaku
|
Pengalaman Beragama
Perilaku
Keagamaan
|
Ø Pernah merasakan kenikmatan dalam shalat
Ø Pernah
mendapatkan kemudahan setelah beribadah
Ø Seberapa pahamnya mengenai rukun Islam
Ø Frekuensi berbuat baik sesuai dengan
Agama
Ø Frekuensi pelaksanaan Shalat dalam
sehari
Ø Sejauhmana perilaku sehari-hari dalam
pergaulan
|
DAFTAR
KEPUSTAKAAN
Arikunto, Suharsimi, ”Prosedur Penelitian”, Bina Aksara, Jakarta: 1987
Jalaludin, ”Psikologi Agama”, Rajawali Pers, Jakarta: 2005
Narbuko, Cholid, ”Metodologi Penelitian”, Bumi Aksara, Jakarta: 2005

Tidak ada komentar:
Posting Komentar